Logo Trans Zhen terinspirasi dengan logo Sony Ericson. Awal mula latihan membuat desain program corel draw dengan bahan yang dipelajari yaitu cara membuat logo sony ericson. Tutorial sudah dibaca, namun dalam prakteknya membutuhkan seni. TAPI pada akhirnya hasilnya berantakan karena kurangnya ketekunan. Dari praktek tersebut saya mendapat beberapa resep dalam membuat logo. saya mulai dari membuat logo untuk usaha sendiri yang bernama Trans Zhen dengan logo seperti di atas................
Selasa, 23 Desember 2014
Senin, 01 Desember 2014
budidaya ikan lele dan patin-tugas SMP
TUGAS
PRAKARYA
TAHAPAN
PEMBUATAN KOLAM
BUDIDAYA IKAN
A.
JENIS WADAH BUDIDAYA
Jenis wadah budidaya ikan yang dibuat adalah plastic
bak dengan bahan pembuatannya terbuat dari plastic/terpal. Jenis wadah plastic
/terpal dipilih karena sesuai dengan luas lahan untuk dibuat wadah budidaya.
Wadah budidaya yang kita buat terbuat dari bahan luar wadah adalah karung beras
yang 50 kg, yang sudah siap dijahit/disatukan untuk menutupi wadah budidaya,
lalu bagian wadah dibuatkan sebuah plastic yang besar lalu dipasangkan menjadi
satu dengan karung beras. Tujuan plastic ini adalah untuk menahan air agar
tetap di dalam wadah dan untuk mencegah kebocoran wadah budidaya ikan. Untuk
bagian penegak plasitk agar mudah dibentuk ke berbagai bentuk dibuatlah
pematang. Pematang yang kita buat terbuat
dari bahan bambu. Bambu itu diberesihkan dengan golok lalu dipotong untuk bagian sisi ke samping 4
m dan bagian tegak ke atas 2,5 m untuk sisi ke samping sebanyak 6 buah dan
bagian tegak ke atas 4 buah. Setelah itu
disusun dan dipaku.
B. DESAIN
DAN KONSTRUKSI
Desain dan Konstruksi bak terpal/plastic. Desain bak
terpal/plastic yang kita buat berbentuk persegi panjang yang panjangnya 4,5 m
dan lebar 2,5 m.
Konstruksi
bak terpal/plastic yang kita buat memiliki pematang kolam, dasar kolam, dan
pintu air.
Desain dan konstruksi bak terpal/plastic disesuaikan
dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Jenis
ikan konsumsi yang akan dibudidayakan yaitu lele dan patin.
2. Tahapan
budidaya pembenihan atau pembesaran.
3. Keseimbangan
antara volume air dan penyangga bak harus kuat.
4. Dasar
peletakan untuk terpal/plastic harus rata agar tidak mudah bocor.
5. Ukuran
bak disesuaikan dengan ketersediaan lahan.
C. PEMBUATAN
WADAH BUDIDAYA
1. Perencanaan
a. Lokasi
untuk kolam yang kita buat berada di belakang halaman sekolah / GOR.
b. Jenis
wadah ikan komsumsinya yaitu bak terpal / plastitk.
c. Desain
kolam berbentuk persegi panjang dengan panjang 4,5 m dan lebar 2,5 m serta
konstruksi.
2. Bahan
a. Terpal
b. Kotoran
kambing
c. Bamboo
d. Bamboo
utuh
e. Pipa
/ paralon
f. Kawat
g. Paku
h. Karung
beras
i.
Merang
3. Alat
a. Palu
b. Palu
besar
c. Gergaji
d. Golok
e. Skop
f. Cangkul
g. Tang
4. Tahapan
Pembuatan
a. Bamboo
utuh yang telah kita siapkan dipotong lalu dibersihkan dari sisa bamboo yang
tersayat dengan menggunakan golok.
b. Potong
bamboo yang sudah dibersihkan dengan gergaji dengan ukuran sisi ke samping 4 m
sebanyak 6 buah dan bagian tegak ke atas sebanyak 4 buah.
c. Setelah
semua dipotong, disatukan dengan disusun / dianyam lalu dipaku menggunakan
palu.
d. Ratakan
dasar tanah dengan cangkul dan sekop, buang benda yang tajam.
e. Tancapkan
bamboo yang masih utuh dengana tegak lurus untuk menahan tekanan air
menggunakan bamboo utuh.
f. Pasang
dinding pada tiang pancang dengan paku menggunakan palu.
g. Lapisi
tanah dengan sekam/merang, kemudian ratakan sekam.
h. Pasang
karung beras yang sudah dijahit pada tiap ujung-ujung pematang dan sisi-sisinya
lalu ratakan dan ikat dengan kawat.
i.
Lapisan ke dua karung yaitu terpal / plastic
dipasangkan dan disatukan dengan dijahit menggunakan tali.
j.
Lubangi sudut terpal dan pasang pipa paralon
untuk pembuangan air, agar tidak bocor, terpal diikat kencang dengan karet ban
motor.
k. Pasang
saringan pada pipa pembuangan, kemudian tutup dengan pipa.
l.
Setelah itu, sebelum kolam digunakan
kolam harus dilakukan pengisian air sampai batas yang diinginkan dan di dalam
air ditebar kotoran kambing sampai rata lalu dibiarkan 4-7 hari untuk
menumbuhkan pakan alami dengan sempurna.
D. JENIS
IKAN KONSTRUKSI
Jenis
ikan yang kita pilih adalah ikan lele dan ikan patin
1. Ikan
lele
Lel
mempunyai bentuk yang memanjang berkulit licin dengan kepala pipih, mulutnya
berada di wung terminal dengan empat pasang sungut, sirip ekor dan perut
membundar. Lele mempunyai senjata yang sangat ampuh dan berbisa berupa sepasang
patil yang berada di sebelah depan sirip dada. Selain sebagai senjata, patil
juga dipergunakan untuk melompat dari kolam atau berjalan di atas tanah
(walking cat fish)
Lele
dapat hidup di semua perairan air tawar, di sungai yang airnya tidak terlalu
deras seperti danau, waduk, rawa, serta genangan kecil. Lele mempunyai alat
pernafasan tambahan yang disebut labirin, terletak di bagian depan rongga
insang yang memungkinkan mengambil oksigen langsung dari udara sehingga tahan
hidup diperairan yang airnya mengandung sedikit oksigen.
Pakan ikan lele berupa
pakan alami dan pakan tambahan. Pakan alami seperti cacing, kutu0kutu air,
jentik-jentik (larva) dan siput kecil. Lele termasuk jenis karnivora. Pakan
tambahan yang baik adalah yang banyak baik di dataran rendah sampai daerah
perbukitan yang tidak terlalu tinggi. Pertumbuhan lele agak lambat apabila suhu
tempat hidupnya terlalu dingin. Lele dipanen pada umur 3 – 4 bulan dengan berat
300 gram/ekor.
2. Ikan
patin
Patin
(Pangasius. Sp) termasuk kelompok ikan catfish. Warna tubuh ikan paptin
bagian punggung keabu-abuan /
kebiru-biruan dan bagian perut putih keperak-perakan. Ukuran kepala relative
kecil dengan mulut terletak diujung agak ke bawah. Pada mulut patin terdapat
dua pasang sungut (kumis) pendek yang berfungsi sebagai peraba.
Patin adalah
ikan omnivore dan cenderung menjadi karnivora. Di alam, ikan patin makan
ikan-ikan kecil, cacing, serangga, biji-bijian, tumbuh-tumbuhan,
rumput-rumputan dan udang kecil. Dalam pemeliharaan patin dapat diberi pakan
buatan berupa pellet.
Langganan:
Komentar (Atom)
